“ Wa’alaikum salam” jawab Bu Ardi, sembari membuka pintu, senyum manisnya menyambut suaminya yang datang.
“bagaimana Bu, anak-anak hari ini.” Tanya Pak Ardi.
“Alhamdulillah anak-anak baik Pak.”
“Bu, bapak minta maaf hari ini pulang tidak membawa uang, soalnya Es yang bapak jual sedikit saja yang laku, karena udara hari ini tidak panas, dan uangnya bapak gunakan untuk menambal sepeda bapak yang bocor di perjalanan tadi,” ucap pak Ardi dengan wajah sedih.
“Tidak apa-apa Pak, Ibu masih ada simpanan uang.” Jawab Bu Ardi, untuk menghibur suaminya, walaupun sebenarnya uang simpanannya tidak cukup untuk makan keluarga mereka hari ini.
“Bapak istirahat saja dulu.”
“Iya Bu.”
Pak Ardi pun istirahat di kursi yang terbuatdari rotan, karena kelelahan setengah hari berkeliling menjajakan Es, ia pun tertidur. Bu Ardi yang melihat suaminya tertidur pulas, mencoba mencari cara agar ia bisa mendapatkan uang untuk makan siang hari ini, karena ia sudah terlanjur mengatakan pada suaminya bahwa ia masih punya simpanan uang. Dengan pelan-pelan Bu Ardi membuka pintu agar suaminya yang tertidur tidak bangun. Bu Ardi berjalan mencari sesuatu yang bisa mendapatkan uang, sampai di sebuah pasar kecil, ia melihat seorang penjual kelapa parut sedang sibuk melayani pembelinya, melihat hal itu Bu Ardi terpikir mungkin penjual itu memerlukan orang lain untuk membantunya, maka ia pun memutuskan untuk menghampiri penjual itu dan menawarkan bantuannya, tentu dengan mengharapkan upah, Penjual paham maksud Bu Ardi, ia menyetujuinya.
Bu Ardi mulai bekerja dengan cepat memarut kelapa-kelapa itu, tanpa ia sadari tangannya beberapa kali terkena pisau parutan. 2 jam berlalu, Bu Ardi telah menyelesaikan tugasnya dan upah pun diterimanya. Sebelum pulang ia membeli keperluan untuk makan hari ini.
Setibanya di rumah ia kembali membuka pintu dengan pelan-pelan, sepertinya ia yakin suaminya masih tidur dan dugaannya benar, Pak Ardi biasanya akan bangun jika dibangunkan oleh istrinya, tanpa brisik ia masuk ke dapur untuk memasak sembari menahan perih di tangannya karena terkena pisau parutan, makan pun telah siap.
“Pak bangun,” kata Bu Ardi yang mencoba membangunkan suaminya dengan pelan.
“Ayo, makan dulu !”
“Ibu hari ini masak apa, kok,,baunya enak banget, lain dari biasanya?”.bert
“Sop ayam Pak.”
“Memangnya Ibu banyak simpanan uang ?.”
“Sudahlah Pak, makan saja insyaallah ini halal,”jawab Bu Ardi seperti tak suka ditanya-tanya suaminya.
Mereka makan bersama dengan rasa syukur.
“Tangan Ibu kenapa ?” tanya Pak kardi ketika melihat tangan istrinya yang merah.
“Tidak apa-apa, tadi Ibu kurang hati-hati mengupas bawang jadi tangan ibu terluka,” jawab Bu Ardi dengan senyum ketabahannya.
“Iya, lain kali Ibu hati-hati ya,? Nasehat Pak Ardi
Bu Ardi tersenyum dan mengangguk dengan ketegarannya menghadapi hidup yang sedang ia jalani bersama suaminya.
Flash Fiction FLP Amuntai
Tema : Senyum
Oleh :Hani Sopiati
Oleh :Hani Sopiati
0 komentar:
Posting Komentar