Negeri Batuah sedang berduka, karena putri senyum sedang kena sihir kehilangan senyumnya. Sang putri yang dulunya adalah tukang senyum, kini terbaring kaku dengan wajah cemberut. Semua obat telah diberikan, namun kesembuhan putri tidak juga kunjung datang. Akhirnya dibuatlah pengumumuan bahwa siapa yang membawakan obat untuk putri senyum maka akan di berikan hadiah yang berlimpah dengan syarat dia adala seorang yang murah senyum.
Selebaran telah dibagikan ke seluruh pelosok negeri tentang sayembara. Pada hari yang di tentukan, berbondong-bond
Saat itu terdaftar lima orang yang telah menyatakan membawakan obat buat sang putri. Orang pertama berjalan dengan senyum terlihat giginya yang tersusun rapi. Berperawakan tinggi. Dengan memakai pakaian mewah Dia membawa sebuah ramuan. Namun saat di berikan pada sang putri, tak ada perubahan sama sekali, begitu pula orang kedua, ketiga dan keempat, semuanya telah membawa ramuan, namun tak ada hasil.
Sementara orang k’lima santai menunggu giliran, rakyat yang tadi menyaksikan mulai putus asa, melihat orang kelima tidak membawa apa-apa. Karena ia sudah mendaftar untuk mencoba memberikan penawar. Dengan tenang Dia maju kedepan kemudian mendekati sang putri yang terbujur kaku dengan wajah cemberut. kemudian dia membisikkan sesuatu..
Dengan Izin Allah tiba-tiba putri tersenyum kembali dan bangkit dari pembaringannya.
Setelah diteliti ternyata yang dibisikkan orang kelima bukan lah sebuah doa, Cuma sebuah syair.
0 komentar:
Posting Komentar