Home » » Sajadah terakhir

Sajadah terakhir

Written By fffll on Minggu, 24 November 2013 | 19.07

“ Iman.Iman.,,” terdengar suara uma memanggilku. Sementara pikiranku masih masygul memikirkan bagaimana caranya menghindar dari celotehan Uma.
Baru aku mau keluar kamar, Uma telah berdiri didepan pintu dengan tatapannya melototi ku tidur di atas sajadah.
“ Iman, sudah Uma bilang, kalau mau tidur jangan jadikan sajadah buat alas tidurmu, itukan buat sholat “
“ tapi, Iman Tidak tidak tidur Ma “ jawabku sekenanya.
“ meskipun kamu tidak tidur, nanti kamu ketiduran, sini “
Uma menarik paksa sajadah yang kujadikan alas tidur, yang kujawab dengan cemberut. ini kali yang ketika aku menjadikan sajadah Uma buat tidur, soalnya sajadahnya enak, tebal, lebar,bulunya lembut seperti kucing anggora. Pokoknya kukatakan itu bukan sajadah. Tapi enak buat alas tidur. Tapi uma sengaja membelinya dengan harga sangat mahal Cuma buat dipake solat, kan sayang pikirku. Bahkan kami penah berdebat, kukatakan buat apa punya sajadah yang bagus kalau manfaatnya Cuma dipakai buat sholat fardhu saja. Apalagi salatnya bisa malah ditunda-tunda, atau slalatnya di qadha. Sebenarnya aku bilang seperti itu Cuma buat nyindir kaka. Tapi uma tersinggung hingga membuatnya marah dan tidak menyapaku satu hari penuh, gara-gara sajadah saja. Pusingg.

Hingga suatu ketika ada kabar bahwa ayah akan pulang dari pulang jawa. Hari itupun tiba. aku dengan baju gamisku pagi-pagi telah menunggunya di depan pintu. Beberapa saat kemudian dari kejauhan ku lihat seorang lelaki bertubuh tegap dengan jaket hitamnya yang gagah. Ayaaahhh" segera ku lambaikan kedua tanganku seraya memanggil ayah yang selama ini kurindukan. Aku pun berlari menghampirinya,
setiba didekatnya kupeluk erat tubuhnya. iapun tersenyum dan membalas pelukanku. Mata ku mulai berkaca-kaca karena menahan kerinduan ini. Ayahpun menggendongku ke rumah. Didepan pintu uma telah menyambut dengan senyuman manis dibibirnya. Umi lihat nih apa yang abi bawa?"ucap ayah.. apa an itu yah, apa yang engkau bawa? Jawab umi.. " ayahpun segera membuka bingkisannya. Waah ternyata itu dua buah sajadah baru, lebih indah dari pada sajadah uma yang ku jadikan alas tidur kemaren. Ini untukmu."ucap ayah seraya menyerahkan sajadah yang berbulu lembut kepadaku. Dan ini untuk umi,"ucap ayah lagi seraya menyerahkan sajadah yang lebih indah dari sajadahku kepada umi. *** setelah mendapat hadiah sajadah yang lebih indah dari yang dulu uma pun menyimpan sajadahnya yang lama. Namun sebelum ia simpan disempatkannya sholat dhuha di atas sajadahnya dan itu adalah yang terakhir kalinya uma bersama sajadah yang dulu disayang-sayangnya. Dan kini sajadah itu telah ia simpan entah lah kapan kah sajadah itu akan digunakan kembali.
 
FF (Flash Fiction)
Tema : Sajadah 
by : Hamdani
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Tentang Kami : Admin Blog | Grub FLP | Fp FLP
Copyright © 2013. FLP Cabang Amuntai - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger